Nyeri dan Baal pada Jari Tangan? Oleh : dr Yovita Stevina Sutantio Sp.N

Diperbarui: 11 Nov 2020

.



Nyeri dan Baal pada Jari Tangan?Hati-hati Sindrom Terowongan Karpal


Pasti Anda sering mendengar keluh kesah dari orang-orang di sekitar Anda, “jari-jari tangan nyeri dan kesemutan terus nih”. Hati-hati, siapa tau itu adalah salah satu gejala dari sindrom terowongan karpal. Apa sih itu? Terdengar asing di telinga. Yuk kita pelajari bersama.

Sindrom terowongan karpal atau yang dikenal juga sebagai Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kondisi medis yang diakibatkan oleh terjepitnya saraf medianus di pergelangan tangan (gambar 1). Menurut American Association of neurological Surgeons, penyakit ini adalah penyakit tesering pada tangan yang dapat mengganggu aktifitas penderitanya. Penyakit ini mengenai 5% populasi wanita dan hanya 0,5% pria.

Loh kok bisa terjadi penyakit seperti itu? Jadi di dalam pergelangan tangan kita, terdapat terowongan karpal sempit yang dilewati oleh saraf medianus. Saraf ini bertanggung jawab dalam mengatur sensasi pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan setengah jari manis. Bila saraf ini terjepit, maka ketiga setengah jari tersebut akan merasakan berbagai gangguan sensasi seperti kesemutan, nyeri menjalar dan baal. Keluhan ini dirasa memberat ketika malam hari, bahkan penderitanya bisa terbangun akibat merasakan nyeri. Nyeri juga memberat ketika tangan digunakan untuk beraktifitas.

Memang aktifitas apa saja yang dapat mencetuskannya? Ternyata beberapa aktifitas yang melibatkan pergerakan pergelangan tangan seperti gerakan menekuk pada tangan yang berulang-ulang, posisi tangan yang tidak benar saat bekerja, tekanan mekanis pada telapak tangan dapat mengakibatkan terjepitnya saraf ini. Pekerja tertentu memiliki resiko besar terkena penyakit ini, misalnya pekerja kantoran yang sering menggunakan komputer, ibu rumah tangga yang sering melakukan aktifitas menyapu, mengepel, memeras pakaian, mengulek bahan makanan, koki, pekerja bengkel, dan sebagainya. Selain faktor pekerjaan, CTS ini juga sering mengenai mereka yang kelebihan berat badan (obesitas) atau ibu-ibu yang sedang hamil. Beberapa penyakit seperti diabetes melitus juga menjadi salah satu faktor pencetusnya.

Bagaimana bila penyakit ini didiamkan? Bila kalian tidak segera berobat, jepitan di pergelangan tangan akan memberat dan gejala yang muncul akan bertambah berat seperti tangan dapat terasa lemas untuk menggenggam, bahkan telapak tangan dan jari dapat terlihat mengecil.

Lantas bagaimana mengatasinya? Datanglah ke dokter spesialis saraf (Neurologi) untuk ditegakkan diagnosa. Diagnosa bisa ditegakkan secara klinis maupun dibantu dengan pemeriksaan elektromiografi (EMG). Berbagai terapi akan diberikan, mulai dari obat minum, terapi suntik, bahkan hingga terapi operatif bagi kasus yang sudah berat. Beberapa kasus juga dibutuhkan terapi rehab medis. Imobilisasi dari pergelangan tangan harus dilakukan berupa pembidaian (wrist brace/ wrist support/wrist splint) untuk mempercepat kesembuhan.

Apakah penyakit ini bisa kambuh? Bila pergelangan tangan terlalu sering digunakan, tentu jepitan saraf bisa kembali terjadi. Terdapat beberapa cara agar kita terhindar dari CTS yaitu :

- Hindari menekuk pergelangan tangan terlalu sering. Jika pekerjaan atau hobi kalian mengharuskan melibatkan pergerakan pergelangan tangan, pakailah bidai (wrist brace/ wrist support/wrist splint) untuk mengurangi pergerakan

- Netralkan posisi pergelangan tangan saat bekerja. Misal pada pekerja kantoran, atur posisi monitor, bangku, keyboard dan mouse senyaman mungkin

- Jangan menggenggam benda terlalu kencang misal ketika menulis, menyapu, memasak, mengepel atau memeras pakaian

- Istirahatkan tangan berkala terutama bila tangan anda digunakan terlalu sering

- Lakukan gerakan peregangan pada tangan, jari-jari dan pergelangan tangan secara berkala

- Atur posisi tidur sehingga tidak menindih lengan

- Jaga gaya hidup sehat, olah raga rutin, tidak merokok, dan olah raga teratur


Oleh : dr Yovita Stevina Sutantio Sp.N

Spesialis Saraf RS Bayukarta Karawang


#SehatBersamaBayukarta

72 tampilan0 komentar