Bayi Prematur : Apa Saja Yang Ia Butuhkan Setelah Dilahirkan? Oleh : dr. Francisca Y.M.K., Sp.A

Diperbarui: Jan 27

.

Bayi Prematur : Apa Saja Yang Ia Butuhkan Setelah Dilahirkan?


Setiap bayi yang dilahirkan memiliki keunikan tersendiri. Sebagaian besar bayi-bayi dilahirkan dalam kondisi sehat, aktif, mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya diluar kandungan. Dengan dukungan orang tua, keluarga, dan tim medis sebagian besar persalinan akan berjalan dengan baik, dan bayi akan dilahirkan dengan selamat.

Namun, ada beberapa bayi yang dilahirkan dalam kondisi khusus, dimana mereka lebih membutuhkan pendampingan dan support dari lingkungan barunya ini. Salah satu kondisi khusus kelompok bayi ini adalah bayi prematur, atau bayi yang dilahirkan sebelum usia kehamilan Bunda menginjak 37 minggu.

Kelompok bayi prematur memiliki kerentanan selama ia dilahirkan. Semakin muda usia kehamilan saat ia dilahirkan, maka semakin mungkin bayi tersebut mengalami kesulitan selama masa awal kelahirannya. Oleh karenanya, dukungan penuh sangat penting mereka dapatkan dalam proses persalinan hingga ia mampu beradaptasi secara mandiri dan melanjutkan proses selanjutnya yaitu tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bunda dan Ayah, mari kita fahami bersama apa sajakah hal-hal yang perlu kita perhatikan saat menghadapi persalinan bayi prematur. Bayi prematur dilahirkan pada usia kehamilan sebelum 37 minggu. Berikut penggolongan bayi-bayi prematur berdasarkan usia kehamilannya :

  1. Bayi lahir diatas 32 minggu sampai sebelum 37 minggu (moderate to late preterm)

  2. Bayi lahir diatas 28 minggu sampai sebelum 32 minggu (very preterm)

  3. Bayi lahir dibawah 28 minggu (extremely preterm)

Semakin muda masa kehamilan pada saat bayi prematur ini dilahirkan, maka semua organ-organ tubuhnya semakin belum matang. Sehingga setiap bayi prematur selalu memiliki risiko tinggi mengalami kegagalan selama masuk ke proses adaptasi, begitu bayi dilahirkan (Ayah Bunda bisa menyimak kembali tulisan berjudul "Proses Adaptasi Bayi Baru Lahir" di rangkaian artikel sebelumnnya).

Masalah-masalah pada bayi prematur yang sangat sering dialaminya :

• Sesak nafas

• Henti nafas, baik sejenak maupun menetap (apnea of prematurity)

• Tidak tahan dengan suhu lingkungan yang dingin

• Gula darah sering menurun

• Kemampuan minum belum baik (karena refleks hisap belum baik)

• Masalah jantung

• Kerentanan mata terhadap pemberian oksigen

• Kerentanan otak terhadap terjadinya pendarahan dalam otak

• Belum matanganya fungsi saluran cerna, sehingga sering mengalami kembung atau muntah/gumoh


Masalah-masalah tersebut bisa langsung terjadi begitu bayi dilahirkan, atau bisa pula terjadi beberapa jam setelah bayi dilahirkan. Oleh karenanya, setiap bayi prematur lebih membutuhkan monitor dan pendampingan lebih intens dibandingkan bayi-bayi yang lahir sehat di usia kehamilan 37 minggu atau lebih.

Pada bayi prematur yang dinilai mengalami salah satu atau beberapa masalahnya di atas dengan derajat berat, maka dokter akan menyiapkan tempat perawatan khusus bagi bayi-bayi yang tergolong memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan ini. Ruangan tersebut dikenal dengan ruang NICU atau neonatal intensive care unit. Di dalam ruangan ini, setiap bayi prematur akan mendapatkan support/dukungan berbagai layanan sesuai dengan masalah yang dialaminya. Secara garis besar, di ruangan NICU bayi prematur akan menerima beberapa layanan seperti Observasi ketat terhadap seluruh fungsi organnya.

Bantuan yang selalu siap diberikan, sesuai dengan gangguan organ yang dialami tiap bayi, antara lain :

Pemberian oksigen, dengan berbagai macam alat khusus: CPAP, ventilator; pemilihannya disesuaikan dengan derajat sesak bayi.

Pemasangan infus khusus yang disesuaikan dengan kondisi bayi prematur, alat-alat yang sering dipasangkan antara lain infus tali pusar dan infus longline. Tujuan pemasangannya adalah mencegah penusukan jarum infus berulang yang disebabkan oleh kegagalan pemasangannya oleh karena kondisi pembuluh darah bayi-bayi prematur memang sangat tipis dan berukuran lebih kecil.

Pemenuhan nutrisi khusus, yaitu ASI dan penambah kalori ASI jika dibutuhkan, yang bisa diberikan baik langsung melalui mulut atau jika bayi masih terlalu muda sehingga belum mampu menghisap baik maka akan dianjurkan pemberian minum melalui selang khusus yanng dimasukkan melalui mulut hingga berujung di dalam lambung. Jika ASI tidak tersedia maka pemenuhan nutrisi bisa digantikan dengan susu formula khusus untuk bayi-bayi prematur.

Sedangkan pada bayi dengan kondisi belum memungkinkan untuk minum, maka akan dilakukan pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui cairan infus khusus, yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Suasana ruang dengan pengaturan terhadap intensitas cahaya yang kontak dengan bayi prematur juga didapatkan di NICU. Hal ini untuk memberikan suasana nyaman dan tenang bagi bayi, karena secara kesiapan bayi prematur belum memiliki kontrol yanng baik terhadap cahaya yang terang. Kelopak matanya yanng masih terlampau tipis belum bisa bertindak sebagai filter yang baik terhadap kontak cahaya.

Pengaturan kelembaban dan kehangatan ruangan NICU. Bayi-bayi prematur juga akan mendapatkan dukungan untuk tetap mempertahankan suhu badan dan kelembabannya, mengingat struktur kulit yang tipis berisiko pada setiap bayi prematur untuk jatuh kedinginan dan kekurangan cairan, yang dapat berdampak negatif bagi kehidupannya.

Pada intinya, semua fasilitas di dalam ruangan khusus di NICU ini betul-betul disiapkan untuk menyerupai peran Bunda sebagai pemenuh utama selama bayi dalam kandungan. Ruangan ini disiapkan secara intensif, sehingga monitorpun dilakukan dengan ketat. Setiap bayi prematur dengan kondisi kesulitannya masing-masing di awal usianya memiliki lama rawat yang berbeda-beda. Semua akan tergantung pada perkembangan kondisinya selama dalam perawatan di NICU, dimana Bunda dan Ayah selalu dapat mendiskusikan apapun tentang bayi dengan seluruh staf di ruangan tersebut.

Peran orang tua sangat dibutuhkan oleh setiap bayi-bayi selama mereka mendapatkan perawatan di NICU. Kontak langsung yang sering dilakukan pada bayi-bayi tersebut memiliki dampak menenangkan, dan pada akhirnya mendukung proses kesembuhannya. Kontak langsung yang sangat efektif dilakukan antara Bunda atau Ayah dengan bayi adalah perawatan metode kanguru (PMK). Kedekatan bayi dengan orangtua selama melakukan PMK, sangat menguntungkannya, selain ia mendapatkan kehangantan langsung dari suhu badan orang tua secara alamiah, bayi juga akan secara teratur dapat tetap mendengar suara orang tua, detak jantung, dan aroma tubuh orang tua yang dapat membawa efek menenangkannya.

Dukungan bagi bayi-bayi prematur diperlukannya secara intensif, baik oleh tenaga kesehatan maupun orang tua. Semakin intens support ini didapatkannya, maka semakin membuka peluang kesembuhan baginya.

Oleh : dr Francisca Y.M.K., Sp.A

Spesialis Anak RS Bayukarta Karawang


#SehatBersamaBayukarta

22 tampilan0 komentar

(0267) 401818

Rumah Sakit Bayukarta